Memulai bisnis memang penuh tantangan. Setiap keputusan yang diambil harus mempertimbangkan dengan cermat, karena satu langkah kecil bisa membawa dampak besar terhadap kelangsungan usaha.
Salah satu keputusan krusial dalam menjalankan bisnis adalah menetapkan harga jual produk. Sayangnya, masih banyak pelaku usaha yang menganggap penentuan harga bisa dilakukan secara asal. padahal, ada berbagai aspek penting yang perlu dianalisis agar harga yang ditetapkan tidak hanya sesuai dengan kondisi pasar, tetapai juga mampu memberikan keuntungan yang optimal.
Buat sobat Tenovators yang masih bingung menentukan harga jual produk yang pas, yuk kita bahas lebih dalam!
📌Apa itu harga jual?
Harga jual merupakan nilai nominal yang harus dibayarkan oleh konsumen untuk memperoleh suatu produk atau layanan. Secara sederhana, ini adalah angka akhir yang kamu tetapkan sebagai penawaran resmi kepada pelanggan. Namun, penentuan harga jual tidak bisa dilakukan secara asal atau berdasarkan intuisi semata.
Harga jual mencerminkan lebih dari sekadar biaya produksi ia juga merepresentasikan nilai, strategi, dan posisi produk di pasar. Dalam dunia bisnis, harga jual berfungsi sebagai:
- Indikator nilai produk: Harga dapat membentuk persepsi konsumen terhadap kualitas dan eksklusivitas produk.
- Alat strategi pemasaran: Penetapan harga bisa digunakan untuk menarik segmen pasar tertentu, bersaing dengan kompetitor, atau membangun loyalitas pelanggan.
- Penentu profitabilitas: Harga jual harus cukup untuk menutup seluruh biaya dan tetap menghasilkan margin keuntungan yang sehat.
Cara Menghitung dan Menentukan Harga Jual Produk
Menetapkan harga jual produk secara tepat adalah kunci agar bisnis tetap kompetitif dan menghasilkan keuntungan yang sehat. Berikut langkah-langkah sistematis yang bisa kamu terapkan:
-
🔍Identifikasi Biaya Produksi
Langkah awal adalah memahami seluruh biaya yang terlibat dalam proses produksi. Biaya ini terbagi menjadi dua kategori utama:
- Biaya tetap (fixed cost): Biaya yang tidak berubah meskipun jumlah produksi meningkat atau menurun. Contohnya: sewa tempat usaha, pajak bangunan, dan asuransi.
- Biaya variabel (variable cost): Biaya yang berubah sesuai dengan volume produksi. Termasuk bahan baku, tenaga kerja, kemasan, dan biaya operasional harian.
Dengan memahami kedua jenis biaya ini, kamu bisa menghitung modal dasar yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu unit produk.
-
📊Hitung Total Biaya Produksi
Setelah mengidentifikasi biaya tetap dan variabel, langkah berikutnya adalah menjumlahkan keduanya untuk mendapatkan total biaya produksi.
Contoh kasus produk masker:- Biaya tetap: Rp2.000.000 (sewa tempat)
- Biaya variabel:
- Bahan baku: Rp2.000 x 1.000 pcs = Rp2.000.000
- Tenaga kerja: Rp1.000.000 x 2 orang = Rp2.000.000
- Kemasan: Rp500 x 1.000 pcs = Rp500.000
- Operasional & peralatan: Rp1.000.000
Total biaya produksi: Rp2.000.000 + Rp5.500.000 = Rp7.500.000
Harga dasar per produk: Rp7.500.000 ÷ 1.000 pcs = Rp7.500 per masker
-
💰Tentukan Harga Jual Berdasarkan Margin Keuntungan
Setelah mengetahui harga dasar per produk, kamu bisa menetapkan harga jual dengan menambahkan persentase keuntungan yang diinginkan.
Harga Jual = Biaya Produksi + (Persentase Laba x Biaya Produksi)
Contoh: Jika kamu ingin mendapatkan keuntungan 50% dari biaya produksi:
Harga Jual = Rp7.500 + (50% x Rp7.500) = Rp11.250
Jadi, harga jual per masker adalah Rp11.250.
Menentukan harga jual produk memang kelihatannya sepele, tapi sebenarnya punya peran besar dalam kelangsungan bisnis. Kalau asal pasang harga, bisa-bisa produkmu nggak laku atau malah bikin rugi. Tapi kalau kamu tahu cara ngitungnya dengan benar—mulai dari biaya produksi sampai strategi keuntungan harga jual bisa jadi senjata ampuh buat bersaing di pasar.
Intinya, jangan buru-buru. Pahami dulu semua komponen biaya, kenali target pasar, dan tentukan margin yang masuk akal. Dengan begitu, kamu bisa punya harga jual yang nggak cuma menarik buat pelanggan, tapi juga bikin bisnis kamu tetap cuan.
Yuk, mulai hitung harga jual produkmu dengan lebih bijak. Bisnis yang sehat dimulai dari keputusan yang tepat! Sampai jumpa di artikel Tenovators selanjutnya!
Tips Tambahan
- Gunakan software akuntansi seperti Excel atau aplikasi khusus untuk perhitungan otomatis.
- Hindari underpricing yang bisa merugikan bisnis jangka panjang.
- Perbarui harga secara berkala berdasarkan perubahan biaya.
Kesimpulan
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda dapat menentukan harga jual yang seimbang antara keuntungan dan daya tarik pelanggan. Ingat, harga yang baik adalah yang mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan.