Strategi Pemasaran Digital UMKM: Biar Bisnis Makin Berkembang di Era Digital

Tenovators • 2025

Strategi pemasaran digital UMKM di 2025 makin wajib hukumnya, bukan cuma biar eksis, tapi biar cuan makin konsisten. Artikel ini bahas taktik yang relatable, praktis, dan bisa langsung dipraktikkan sama pelaku usaha muda.

UMKM zaman sekarang nggak bisa cuma ngandelin promosi dari mulut ke mulut. Di 2025, digital marketing bukan lagi opsi, tapi survival kit. Menurut data Kementerian Komunikasi dan Digital, 40% UMKM Indonesia sudah terdigitalisasi, dan targetnya naik jadi 50% tahun ini. So, kalau kamu pelaku UMKM dan belum go digital, saatnya upgrade dengan strategi berikut!

1. Kenali Audiens Lewat Data, Bukan Feeling

Gen Z suka yang personal dan relevan. Gunakan tools kayak Google Analytics, Meta Insights, atau bahkan polling di Instagram Story buat tahu:

  • Siapa targetmu (umur, minat, kebiasaan belanja)
  • Konten apa yang mereka suka
  • Jam aktif mereka di medsos

Strategi ini masuk ke tahap Listen dari framework 3L: Listen, Launch, Learn.

2. Optimasi Konten di Platform yang Tepat

Nggak semua UMKM harus aktif di semua medsos. Pilih yang paling cocok:

  • Instagram & TikTok: Cocok buat produk visual (fashion, makanan, kerajinan)
  • WhatsApp Business: Buat komunikasi langsung dan repeat order
  • Shopee & Tokopedia: Untuk transaksi dan review publik

Konten harus relatable, pakai bahasa ringan tapi tetap sopan. Misalnya: “Lagi cari camilan anti gagal? Coba deh keripik kita, renyahnya bikin susah move on!”

3. Gunakan Influencer Lokal atau Nano Influencer

Kerja sama dengan influencer yang punya follower 1K–10K bisa lebih efektif dan murah. Mereka punya engagement tinggi dan audiens yang percaya. Pastikan pilih yang align sama brand kamu.

4. Manfaatkan Iklan Digital Secara Cerdas

Biaya iklan makin naik, jadi harus pintar:

  • Gunakan retargeting ads buat orang yang udah pernah klik produkmu
  • Set budget harian kecil dulu, lalu scale up kalau performanya bagus
  • Tes berbagai format: video pendek, carousel, atau testimonial

5. Bangun Komunitas, Bukan Sekadar Konsumen

Gen Z suka brand yang punya value. Bikin komunitas lewat grup WA, Discord, atau forum kecil. Ajak mereka diskusi, kasih sneak peek produk baru, atau adain giveaway.

6. Terapkan SEO Lokal

Kalau punya toko fisik, pastikan bisnis kamu muncul di Google Maps dan pencarian lokal. Gunakan kata kunci kayak “kopi susu kekinian Karawang” atau “keripik pedas Cikampek”.

7. Belajar dari Data, Jangan Asal Posting

Setelah kampanye jalan, cek metriknya:

  • Mana konten yang paling banyak di-save?
  • Mana yang bikin orang klik link bio?
  • Mana yang bikin orang DM?

Pemasaran digital bukan cuma soal posting rutin atau ikut tren. Ini soal membangun koneksi, memahami audiens, dan bikin strategi yang berdampak. Di era Gen Z, brand yang jujur, adaptif, dan punya nilai akan lebih dilirik.

Kalau kamu pelaku UMKM, jangan tunggu viral dulu baru mulai. Mulai dari yang kecil, konsisten, dan terus belajar dari data. Karena di dunia digital, yang cepat bukan yang menang, yang relevan dan berani adaptasi lah yang bertahan.

Yuk, buktikan kalau UMKM bisa tampil keren, cuan, dan tetap punya value!